Reyog

Reyog Ponorogo

Reyog Ponorogo

Situs reyog.com mencoba memberikan informasi atas warisan budaya daerah, yaitu REYOG yang saat ini juga telah menjadi salah satu aset budaya nasional bangsa Indonesia. Reyog adalah budaya asli dari kota Ponorogo yang terletak di bagian barat dari propinsi Jawa Timur dan merupakan kota perbatasan antara Jawa Timur dan Jawa Tengah di sebelah Selatan. Secara geografis, kota Ponorogo berbatasan dengan kota Pacitan di sebelah selatan, kota Trenggalek di sebelah timur, kota Wonogori (Jawa Tengah) di bagian barat serta kota Madiun dan Magetan di sebelah utara.

REYOG atau REOG
Reyog ponorogo sebenarnya memiliki sejarah panjang. Apabila anda datang ke kota asli tempat reyog ini ada, dan bertemu dengan budayawan Ponorogo serta praktisi dan pemain Reyog (Warok Ponorogo dan Korak Ponorogo), maka penamaan yang benar adalah REYOG Ponorogo. Nama REYOG diganti menjadi REOG dengan alasan agar penulisan dan pengucapan sesuai dengan rumus bahasa ejaan yang disempurnakan (atau EYD). Keputusan ini sampai saat ini menuai protes dari kalangan budayawan baik dari Ponorogo maupun budayawan nasional, karena tidak seharusnya pemerintah atau siapapun dapat mengganti properti dari budaya asli kita. Sampai saat ini, istilah REYOG tetap dipakai oleh orang asli Ponorogo (termasuk saya) walaupun di bagian Indonesia lainnya telah menggunakan REOG. Sayangnya semenjak Ponorogo dipimpin oleh bupati yang mungkin kurang mengetahui kultur daerah, tulisan REYOG di berbagai instansi dan dokumen resmi diganti menjadi REOG.

Pertahankan REYOG demi bangsa Indonesia
Bukti penggantian nama REYOG menjadi REOG menjadi tanda ketidakmampuan pemerintah dan elit eksekutif Indonesia. Para pemimpin ini tidak menyadari pentingnya kultur dan budaya dan memperlakukan seni sebagai seni dan bukan sebagai obyek yang bisa diubah atau disesuaikan seenak “wudel’e”. Sementara itu hal ini tidak diikuti dengan perlindungan akan budaya kita. Dapatkah anda membayangkan eksekutif mempunyai waktu dan biaya untuk mengganti kata REYOG dengan REOG, namun eksekutif hanya bersikap reaktif dan baru teriak (dan tentunya seperti biasa tidak bisa berbuat apapun) saat identitas budaya REYOG masuk dalam promosi di Malaysia… sungguh mengherankan bagi kami?

Cobalah menanyakan teman di sekeliling anda, atau kepada putra-putri anda.. mungkin mereka akan membenarkan bahwa REOG adalah terminasi yang benar dibanding REYOG. Mari kita mulai berbuat sesuatu dan membenarkan apa yang telah dibengkokkan oleh oknum eksekutif tertentu. Bahwa REYOG adalah warisan budaya dari Ponorogo, bahwa kami orang Ponorogo memiliki kultur dan jiwa bersama perkembangan REYOG, dan bahwa kita berdiri bersama sebagai anak bangsa Indonesia dan memelihara kultur budaya REYOG serta seluruh budaya adat daerah lain serta memperlakukan sesuai dengan kultur masing-masing, dan bukan dengan memaksakan berdasarkan budaya kita, keyakinan kita, atau persepsi yang kita anggap benar.

Seni dan kultural beserta adat istiadatnya adalah hal yang unik, indah dan eksklusif. Seni bukan merupakan sesuatu yang bisa dipertanyakan apakah hal itu benar salah atau salah. Terlebih jika dilihat dari sudut pandang adat daerah lain atau dilihat sesuai dengan kepercayaan yang kita anut. Baik atau buruk, seni adalah bentuk identitas yang kita warisi dan merupakan bagian dari sejarah kita bangsa Indonesia.

“Panjenengan” ingin mengetahui lebih banyak mengenai REYOG dan PONOROGO. Monggo …..
- Sejarah REYOG
- Mengapa dinamakan REYOG
- Sejarah kota Ponorogo
- Kota Ponorogo yang Indah
- Sejarah kerajaan Wengker
- Wisata di Ponorogo

Hidup Indonesia dan tetap dengan “Bhinneka Tunggal Ika”
Reyog Ponorogo | Reog Ponorogo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>